Masihkah kau sebut aku cacat
Bila ku menarikmu bernyanyi dan menari
Masihkah kau sebut aku pecundang
Segala keindahan mata dunia
Mengekor menjelajar pada pundakmu
Tapi bagimu aku tak berarti
Cukup kegalauan yang kau tabur
Daku tak lagi meminta
Tangan ini telah kau patahkan
Bersama angin malam yang membawamu pergi
Daku tak lagi mencinta
Hati ini telah kau leburkan
Bersama pengkhianatan sang cakrawala
Yogyakarta, 17 September 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar