Ketika tuntutan terbang rendah mengitari
Ada resah kian menghinggapi
Sebab apa mentari pagi terus bersinar tampa henti
Padahal air dangkal tetap beriak
Relatifkah keanggunan rupawan mata
Jika memihak pada kayu tak berlubang
Ingin meronta sebab sakit menderu-deru
Tak sepaham selalu berseteru menyeru
Dengarlah wahai jiwa pengembara
Jika aku tak kembali jangan kau cari
Jika ku menggigil jangan kau panggil
Suaramu tak lagi terdengar merdu
Pelukanmu tak lagi hangat kecuali pekat
Jayalah kau pada ruang kosong yang kau raba
Mungkin nada sendu lebur dalam bahagimu…
Jogja, 14 September 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar