Senin, 25 Juli 2011

Hargai Apa Yang Kita Miliki!!!

Pernahkah kawan2 mendengar kisah Helen Kehler?  Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.  Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal. Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup  yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti  dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

    "It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa  itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih  menghargai hidupnya, paling tidak saat  mendengar suara!

Sekarang, coba ka
wan2 bayangkan sejenak....
......kawan2 menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu  tersebut. Jangan biarkan diri
kawan-kawan melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu kawan2 tidak bisa melihat indahnya dunia, kawan2 tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan kawan2 tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana kawan2? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba kawan2 renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita  mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif  dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 

Yogyakarta, 27 Mei 2011

Kamis, 14 Juli 2011

Siapa Bilang Sendiri itu “Mematikan”!!!


Kawan!, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian, karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan. 'Sendiri oh sendiri'...Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah kita termasuk yang demikian?

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol  kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya, tanpa ada orang di sekitarnya.
Kedua, hanya berbentuk perasaan saja. Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian.
Mungkin kita pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan sahabat, teman kerja, keluarga, atau pacar? J de-el-el

Satu hal yang perlu kita ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan  segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Coba lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat kita sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi?
J Apapun kesukaan kita. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian kita dulu dan belum sempat dilakukan. Kita bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
 Percaya deh, cara ini akan menyadarkan kita akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan?
J

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin kita wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat kita masih kecil? Atau mimpi-mimpi lain yang belum terlaksanakan?
 Saat itu kita akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian untuk mewujudkannya!
 



4. Dan yang terakhir....
Sebenarnya ini merupakan hal  “utama” dan yang pertama yang harus kita lakukan.
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri kita. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan kita di dunia. Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan yang kita miliki tuk mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan diri kita ini terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat kita seakan-akan putus asa. Kalau saja kita itu mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kita.
 Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa kita jadikan teman, dan ajak bicara! Bener gak???

Kalau saja kita mau terbuka, dalam kesendirian kita bisa bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian pun kita bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang kita miliki.
Dalam kesendirian pula kita bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali kita temukan di keramaian!
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada kita. Kamu, Mereka dan Aku sendiri.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini kita semua sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', kita harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan! Oke
J

 Ayo Kelola-lah perasaan kita dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna.

Yogyakarta, 20 Juni 2011

Ketika Dunia Telah Enggan

pernah
aku percaya pada sumpah dan cinta
orang ngomong layaknya anjing menggongong
dunia seperti tak nyata

 aku hendak berbicara
suaraku hilang, jiwaku mengangkasa
Sudah! tidak jadi apa-apa!Ini dunia enggan di sapa terlebih ambil peduli

aku berkaca
ini muka penuh luka
siapa punya?
dia yang meminta-minta,
orang pinggiran,
ataukah orang terbuang?
berteriak lantang bak badai malam
tak membekas sebab pembaharuan

inilah bumi pertiwi,
tempat kita berdiam diri 
                                               
                                Yogyakarta, 7 Juni 2011

Rabu, 13 Juli 2011

…Sebait Airmata Kata Kerinduan..

Satu persatu kembali dalam ingatan
Melesat menerobos syaraf otak
Saat keinginan terbesit
Memaksa pulang ke tempo dulu

Tempo dimana kedamaian adalah pedoman
Berteriak lantang meniadakan kecurangan
Mencoreng sepi dan ketidakadilan
Walau perut melilit tak tertahan
Asal bersama pertemanan

Namun siapa sangka
Merpati terbang takkan pulang
Jika tak bersama buah tangan kesuksesan
Tak mampu berucap sesak memadati rongga
Hanya sebait airmata kata kerinduan
Sempat ter-titip pada embun pagi dan elang

Tempo kali ini tak lagi menjadi
Tempo bilangan tahun kemarin
Tak juga petikan detik
Sebelum hari ini


Yogyakarta, 10 Juli 2011

Hargai Apa Yang Kita Miliki!!!


 Pernahkah kawan2 mendengar kisah Helen Kehler?  Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.  Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal. Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup  yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti  dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

    "It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa  itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih  menghargai hidupnya, paling tidak saat  mendengar suara!

Sekarang, coba ka
wan2 bayangkan sejenak....
......kawan2 menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu  tersebut. Jangan biarkan diri
kawan-kawan melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu kawan2 tidak bisa melihat indahnya dunia, kawan2 tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan kawan2 tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana kawan2? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba kawan2 renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita  mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif  dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 

Yogyakarta, 27 Mei 2011