Satu persatu kembali dalam ingatan
Melesat menerobos syaraf otak
Saat keinginan terbesit
Memaksa pulang ke tempo dulu
Tempo dimana kedamaian adalah pedoman
Berteriak lantang meniadakan kecurangan
Mencoreng sepi dan ketidakadilan
Walau perut melilit tak tertahan
Asal bersama pertemanan
Namun siapa sangka
Merpati terbang takkan pulang
Jika tak bersama buah tangan kesuksesan
Tak mampu berucap sesak memadati rongga
Hanya sebait airmata kata kerinduan
Sempat ter-titip pada embun pagi dan elang
Tempo kali ini tak lagi menjadi
Tempo bilangan tahun kemarin
Tak juga petikan detik
Sebelum hari ini
Yogyakarta, 10 Juli 2011
ini puisi ke dua yang aku bacai saat pentas seni di bjong cafee..
BalasHapus